Text
Banu Pewaris Trah Pesantren
Sebagai sulung, #Banu sangat diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet pimpinan pesantren yg diasuh orang tuanya. Pesantren itu memang belum begitu besar karena baru dirintis. Apalagi sepeninggal ayahnya, hanya Iqom, sang ibu yang berjuang sendirian mengembangkan pesantren.
Kenyataan bahwa #Banu berasal dari keluarga trah pesantren, mau tidak mau dia harus siap mengemban tanggung jawab itu. Sesuatu yang dipersiapkan dengan matang oleh Iqom.
Untuk menyukseskan misinya, Iqom menjodohkan #Banu dengan Ruania, gadis hafizhah yang masih trah pesantren juga. Tetapi, niatan suci itu ternyata mendapat penolakan keras dari Banu. Dengan berbagai dalih anak zaman now, dia menentang perjodohan itu.
Bahkan, #Banu tidak mau pulang ke rumah pada saat acara pertunangannya dengan si gadis. Lebih-lebih, kini ada Nadia yang selalu mengisi hari-harinya selama kuliah di Jogja.
Bagaimana kelanjutan pesantren yang dikelola sang ibu? Akankah hati #Banu melunak untuk menerima pertunangannya dengan Ruania?
Bagaimana pula hari-hari Banu setelah terusir dari pesantren?
Bahasa hati, hanya bisa dimengerti oleh hati. Temukan jawabannya dalam novel ini.
| 19.0753 | 813 NAF b c.1 | Libsmansabara (800) | Tersedia |
| 19.0754 | 813 NAF b c.2 | Libsmansabara (800) | Tersedia |
| 19.0755 | 813 NAF b c.3 | Libsmansabara (800) | Tersedia |
| 19.0803 | 813 NAF b c.4 | Libsmansabara (800) | Tersedia |
| 19.0804 | 813 NAF b c.5 | Libsmansabara (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain